Menu Tutup

Penerapan Ilmu Keteknikindustrian dengan Pengabdian Masyarakat “Pengolahan Sampah”

Pengabdian Masyarakat merupakan program kerja baru dari divisi Media Public Relation. Dengan adanya proker ini, secara singkatnya, diharapkan dapat mengenalkan HMTI ke masyarakat dengan menerapkan ilmu keteknikindustrian yang himpunan miliki meskipun masih sederhana. Seperti yang kita ketahui bahwa industri menghasilkan limbah dan butuh pengolahan yang tepat. Dalam teknik industri kita juga mempelajari sustainability manufacture untuk dapat membangun sistem industri yang ramah lingkungan dan berkelanjutan tanpa mengkorupsi kesehatan bumi dan masyarakat. Adapun acara ini dilaksanakan pada Sabtu, 14 September 2019 bertempat di bangsal SMAN 2 Purwokerto dengan pesertanya dari organisasi Perivallon. Tema yang diangkat untuk tahun ini adalah Sosialisasi Bina Sampah.

Peserta sosialisasi Bina Sampah

Acara dimulai dengan sambutan oleh Ketua Himpunan. Ketua Himpunan menyampaikan beberapa point seperti ucapan terimakasih atas diterimanya HMTI ke Smada, harapannya dari acara ini teman-teman dapet ilmu untuk diri sendiri bahkan sampai bisa diaplikasikan di lingkungan sekolah, dan disebarkan ke semua siswa. Selain dari Ketua Himpunan, ada juga sambutan dari pembina organisasi Perivallon. Organisasi tersebut merupakan organisasi pecinta lingkungan yang ada di SMAN 2 Purwokerto. Beliau menyampaikan bahwa sekolah tersebut juga memang sudah dinobatkan sebagai sekolah adiwiyata, maka dari itu menerima dengan baik tawaran diadakannya sosialisasi ini.

Sambutan pembukaan oleh ketua HMTI

Masuklah kita ke acara inti yaitu sosialisasi bina sampah oleh organisasi Bina Sampah dengan pembicaranya yaitu Mas Sony. Organisasi ini adalah organisasi yang peduli dengan bagaimana sampah bisa diolah kemudian dibina menjadi sesuatu yang lebih bernilai. Orang-orang di belakang organisasi ini adalah kebanyakannya mahasiswa juga. Adapun materi yang disampaikan adalah alasan mengapa kita perlu mengolah sampah, contoh-contoh pemanfaatan sampah yang dapat diterapkan, beberapa organisasi lain yang bergerak di bidang pengolahan sampah, dll. Pembicara menunjukkan beberapa fakta mengenaskan mengenai banyaknya sampah yang ada sekarang. Menjadi hal yang sangat disayangkan jika sampah tersebut tidak dimanfaatkan dan hanya untuk dibuang saja. Maka dari itulah dijelaskan pula apa saja yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan nilai tambah dari adanya sampah ini. Contoh sederhananya adalah memisahkan sampah sesuai jenisnya, kemudian mengirimkannya ke lembaga pengolahan sampah lainnya yang kemudian kita dapat imbalan atas sampah tersebut. dengan cara tersebut kita dapat membantu pengolahan sampah walaupun memang tidak secara langsung. Selain itu disebutkan pula organisasi-organisasi lain yang peduli akan adanya sampah di bumi. Seperti waste4change, gajahlahkebersihan, zerowaste, dan masih banyak lagi. Teman-teman Perivallon diminta untuk langsung memfollow lembaga tersebut di platform IG guna membantu mengenalkan gerakan-gerakan yang ada.

Pembicara Sosialisasi Bina Sampah

Lalu sampailah kita di penghujung acara, dimana para peserta dipersilahkan untuk bertanya sebanyak mungkin guna memanfaatkan kesempatan diadakannya acara ini.  Salah satu peserta bertanya apa yang dapat dilakukan mereka sebagai anggota organisasi untuk dapat memanfaatkan sampah di lingkungan sekolah ini. Untuk siswa sekolah, dapat mulai dengan langkah-langka terlebih dahulu seperti 3R (reuse, reduce, dan recycle). Setelah sesi pertanyaan, untuk kenang-kenangan dan tanda terima kasih HMTI memberikan piagam penghargaan kepada lembaga Bina Sampah sebagai pembicara pada sosialisasi kali ini serta organisasi Perivallon SMAN 2 Purwokerto sebagai peserta.

Pemberian Piagam Penghargaan

Terakhir, dilakukan foto bersama seluruh peserta, pembicara, dan panitia yang hadir pada acara Pengabdian Masyarakat ini. Diharapkan dengan adanya acara ini dapat memberi ilmu yang bermanfaat serta kerjasama ini dapat terus berlanjut dengan kedua belah pihak.  Marilah kita sama-sama bahu membahu dalam merawat bumi kita dengan mengolah sampah yang kita hasilkan.