Menu Tutup

Seminar Nasional Teknik Industri “Peluang Industri Kreatif Indonesia di Era Revolusi Industri 4.0”

Teknik Industri Unsoed berhasil melaksanakan Seminar Nasional yang ke duanya. Seminar Nasional ini dilaksanakan pada hari Minggu, 10 November 2019 bertempat di Gedung Reodhiro, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Unsoed, Purwokerto. Melihat berkembangnya perusahaan-perusahaan berbasis Industri Kreatif di Indonesia, maka tema yang diangkat untuk tahun ini adalah “Peluang Industri Kreatif Indonesia di Era Revolusi Industri 4.0”. Adapun pembicara yang hadir pada Seminar Nasional ini ada 3 orang, yaitu Firmansyah dari Kasubbid. Industri Tekstil Kementrian Perindustrian RI, Dr. Ir. Hari Santosa Sungkari, M.H. dari Deputi Infrastruktur, Badan Ekonomi Kreatif RI, dan Zakaria Abdur Rahman, S.T sebagai Pemimpin Utama Unit Usaha GEpro-id.

Panitia Seminar Nasional

Rangkaian acara di pagi hari dibuka oleh kedua MC Seminar Nasional, yaitu Rillke Rifyal Vargas S (TI 19) dan Aprillian Salbabillah Palumian (TI 19) yang menyebutkan rangkaian acara Seminal Nasional hari itu dari awal sampai akhir, sambil menunggu peserta melakukan repgistrasi. Setelah dirasa peserta sudah banyak yang duduk di ruangan. Barulah dilanjutkan ke acara selanjutnya yaitu sambutan Ketua Pelaksana Seminar Nasional ini yaitu Ilham Nadzir. Ilham menyampaikan rasa terimakasihnya kepada seluruh panitia yang telah berkerja keras selama 3 bulan terakhir untuk mewujudkan dilaksanakannya Seminar Nasional pada hari itu. Mengenai tema yang diangkat, Era Industri 4.0 akan terus menghadirkan banyak perubahan yang tak bisa dibendung. Karena itu, perlu upaya maksimal dan pemahaman tentang era Industri 4.0 melalui Seminar Nasional ini. Selain Ketua Pelaksana, ada juga sambutan dari Ketua Jurusan Teknik Industri Unsoed, yaitu Ibu Maria Krisnawati. Pada kesempatan itu juga Rektor Unsoed dan Dekan Fakultas Teknik yang diwakilkan hadir dan memberi sambutan pada Seminar Nasional. Dengan sambutan dari Rektor Unsoed atau yang diwakilkan, sekaligus menandai dibukanya acara secara resmi dengan pemukulan gong.

Rektor, Dekan, Dosen, Pembicara, dan Moderator

Sebelum memasuki materi dari pembicara 1, para hadirin disuguhi dengan penampilan Tari Saman dari SMAN 2 Purwokerto. Kelompok penari tersebut berhasil menarik perhatian seluruh hadirin yang datang dan siap menerima materi seminar. Tema yang diangkat dari materi pertama adalah Strategi Implementasi Industry 4.0 dalam Making Indonesia 4.0. Materi ini dimulai dengan sejarah bagaimana perjalanan revolusi industry sampai akhirnya muncul Revolusi Industri 4.0. Khususnya di Indonesia, beberapa perusahaan yang bergerak di bidang ekonomi digital dan sedang berkembang pesat adalah seperti Bukalapak, Gojek, Tokopedia, Traveloka, dan masih banyak lainnya, Meski banyak tantangan dalam implementasi Industri 4.0 di Indonesia ini, menurut data dari McKinsey&Company, 2019, justru semakin banyak lapangan pekerjaan dibandingkan dengan kehilangannya, sampai dengan tahun 2030, akibat dari efek otomasi ini. Nantinya akan tumbuh macam-macam cakupan lapangan pekerjaan baru.dengan meningkatnya permintaan tenaga kerja, inustri kesehatan, konstruksi, manufaktur, dan retail akan mendapat keuntungan. Untuk menyiapkan itu semua, tentunya ada kebutuhan kompetensi Sumber Daya Manusianya. Khususnya di perguruan tinggi, perlu ada persiapan SDM berkualitas, berdaya saing, dan berkarakter ditambah dengan literasi pembangunan untuk ilmu pengetahuan dan penciptaan inovasi teknologi yang menghasilkan meningkanya kapabilitas adopsi teknologi dan penciptaan inovasi. Setelah materi selesai, dilanjutkan dengan sesi pertanyaan yang dipandu oleh moderator pembicara 1, yaitu Bapak Sugeng Waluyo. Terakhir, sesi pembicara 1 ditutup dengan pemberian plakat dan piagam untuk masing-masing pemateri dan moderator.

Pembicara 1

Kegiatan selanjutnya adalah pemberian materi dari pembicara 2 yaitu Bapak Hari Santosa Sungkari. Tema yang dibahas adalah Ekonomi Kreatif dan Peluang menjadi Pengusaha. Untuk memulai materi, sebelumnya kita perlu mengetahui pengertian Ekonomi Kreatif. Ekonomi Kreatif adalah perwujudan nilai tambahdari kekayaan intelektualyang bersumber dari kreativitas manusia yang berbasis warisan budaya, ilmu pengetahuan, dan/atau teknologi. Pengertian tersebut menurut Undang-Undang no 24 Tentang Ekonomi Kreatif, Pasal 1 Ayat 1. Adapun subsector dari ekonomi kreatif ada 16, yaitu kuliner, fesyen, kriya, tv & radio, penerbita, arsitektur, app & game dev, periklanan, music, fotografi, seni pertunjukkan, desain produk, seni rupa, film, animasi & video, desain interior, dan dkv. Beliau kemudian menyuguhkan banyak data mengenai kontribusi pdb ekonomi kreatif, baik itu dari sisi pertumbuhan tenaga kerja dan nilai ekspornya. Setelah itu dijelaskan pula mengenai startup yang berhubungan dengan industry ekonomi kreatif. Modal utama yang dibutuhkan untuk startup adalah kepercayaan dan karakter pendirinya (founders). Terakir, beliau menyarankan untuk para pengusaha bahwa tugasnya adalah membuat solusi atas suatu masalah dan fokus pada profit saja, bukan untuk menjadi selebriti dan marilah kita isi era ekonomi digital ini dengan hal-hal positif.

Pembicara 2 beserta Moderator

Karena telah memasuki waktu sholat zuhur, maka hadirin semuanya dipersilahkan untuk melaksanakan ishoma terlebih dahulu sampai waktu yang telah ditentukan dan ditunggu di tempat kembali untuk masuk ke sesi selanjutnya. Sebelum memasukin sesi pembicara 3, untuk me-refresh suasana para hadirin, disuguhkanlah penampilan dari Musik Industri. Shanya Dekrita J (TI 17) dan kawan-kawannya membawakan lagu dari Souljah – Tak Selalu. Para peserta seminar nasional terlihat menikmati penampilannya, terbukti dengan banyaknya peserta yang mengeluarkan handphonenya untuk merekam video. Kemudian lanjutlah kita ke sesi selanjutnya yaitu materi bertemakan Bedah Strategi Unit Usaha GePro –Id Menghadapi IR 4.0 oleh Bapak Zakaria Abdur Rahman. Beliau memulai materi dengan menjelaskan terlebih dahulu apa itu GEpro-Id. GEpro-Id lahir pada tahun 2014 dengan memproduksi boneka dan kalender edukasi gigi dengan bimbingan dari 2 dosen lintas fakultas dan didirikan oleh 17 mahasiswa lintas fakultas. Untuk mengembangkan usaha, ada 9 poin penting yang perlu diperhatikan, yaitu key partnership, key activities, value proposition, customer relationship, customer segments, key resources, channels, cost structure, dan revenue streams. Untuk mencapai keseluruhan poin tersebut didiskusikan dalam rapat besar untuk re-design strategi sehubungan pula dengan menghadapi revolusi industry 4.0. terakhir, beliau berpesan untuk yang baru memulai usaha ingatlah 2 kata ini yaitu simple dan powerful. Maksudnya adalah carilah ide usaha dari sekitar kita dan ilmunya mudah kita pahami serta usaha tersebut haruslah bermanfaat yang bermula dari customer.

Pembicara 3

Sampailah kita di sesi terakhir dari Seminar Nasional “Peluang Industri Kreatif Indonesia di Era Revolusi Industri 4.0” ini. Sebagai kenang-kenangan, panitia yang hadir melakukan foto Bersama dengan para dosen yang telah membantu sampai acara ini dapat diwujudkan. Besar harapan dengan adanya acara ini, hadirin yang datang dapat mulai bergerak menerapkan ilmu yang didapat menghadapi revolusi industry 4.0 khususnya di bidang industry kreatif. Sampai bertemu di seminar nasional Teknik Industry selanjutnya!

Suasana Seminar Nasional